|
|
|
|
News:
Jumat, 28/11/2008 08:08 WIB
Spekulasi laba lanjutkan penguatan Stoxx 600
LONDON (Bloomberg): Saham Eropa menguat sehingga mengangkat indeks Dow Jones Stoxx 600 ke penguatan keempat berturut-turut, karena para investor berspekulasi bahwa sejumlah upaya untuk membantu perbankan dan ekonomi bakal mengerek laba. Sejumlah saham di Asia dan Kanada juga menguat, sementara Brasil melemah.
Barclays Plc dan Siemens AG mengalami rally 4% lebih. President terpilih AS Barack Obama pada Rabu menunjuk mantan Gubernur Federal Reserve Paul Volcker untuk memimpin tim penasehat ekonomi dan mengatakan dia bakal mengimplementasikan satu rencana untuk mendukung pertumbuhan di 'hari pertama' pemerintahannya. Air Berlin Plc melompat 14% setelah membukukan lama triwulan ketiga yang 43% melampaui estimasi.
Stoxx 600 naik 2,4% menjadi 203,62, meneruskan penguatan pekan ini menjadi 12%. Indeks itu masih tetap melemah 44% pada 2008, menuju tahun terburuknya sejak catatan dimulai pada 1987, karena ekonomi mulai dari Jerman hingga Inggris dan AS tergelincir ke dalam resesi.
Transaksi berpeluang melambat pada hari ini karena bursa AS tidak beroperasi disebabkan libur Thanksgiving.
Indeks MSCI Asia Pacific terangkat 1,7%, dengan China Vanke Co, pengembang terbesar negara itu, dan Aluminum Corp of China menguat 3% lebih.
India menghentikan perdagangan saham, obligasi dan rupeenya untuk pertama kali dalam 3 tahun lebih setelah serangan teroris menewaskan 101 orang di Kota Mumbai. Indeks saham berjangka dan rupee melemah.
Saham Citigroup Inc telah melonjak 87% sejak pemerintah AS menginjeksikan dana US$20 miliar kepada bank itu pada awal pekan ini dan menjamin hipotek serta pinjaman bermasalahnya senilai US$306 miliar.
Barclays menguat 4,3% menjadi 166,9 pence, Siemens naik 4,4% ke 49,12 euro, Daimler AG menanjak 3,5% jadi 25,75 euro.
Para analis telah memangkas estimasi pendapatan tahun ini karena kekacauan kredit meluas. Laba sejumlah perusahaan yang menopang indeks Stoxx 600 bakal tergelincir 12% secara rata-rata pada 2008, dibandingkan dengan prediksi pertumbuhan 11% pada awal tahun ini, ungkap data Bloomberg.
Pendapatan 324 perusahaan yang menopang Stoxx 600 yang telah melaporkan hasilnya sejak 7 Oktober turun 15% secara rerata, meleset dari ekspektasi yang sebesar 6,4%, kata data Bloomberg.
Air Berlin melonjak 14% menjadi 3,45 euro. Di Toronto, Goldcorp menguat 2,6% menjadi C$33,60, Irish Life & Permanent melesat naik 20% menjadi 1,64 euro, Allied Irish Banks melompat 15% di 2,77 euro.
ArcelorMittal mengalami penguatan 5,7% menjadi 19,87 euro, Kingfisher Plc tertekan 2,4% di 116,6 pence.(er)
Elsya Refianti
....................................................................................................................................... |
News:
Kamis, 27/11/2008 23:34 WIB
Minyak angkat 3,5% indeks S&P 500
JAKARTA: Bursa saham Amerika pada pembukaan hari ini naik dipicu oleh kenaikan indeks S&P 500 akibat terdongkraknya harga minyak mentah dunia dan spekulasi investor terhadap tim kebijakan ekonomi yang baru dibentuk.
?
Exxon Mobil dan Chevron, perusahaan minyak terbesar, memberikan kontribusi terbesar terhadap harga minyak mentah dunia yang naik, 7,2% menjadi US$50 per barel.
?
Indeks S&P 500 naik 3,5% menjadi 887,68 setelah jauh hingga 1,9%. Indeks saat ini naik 18% setelah turun dalam 11 tahun terakhir pada 20 November 2008.
"Pasar memperoleh data ekonomi yang buruk, tetapi optimisme muncul terhadap calon-calon pejabat yang dipilih oleh Obama. Harapan dari sisi eksternal menambah keyakinan bahwa tim ini akan menyelamatkan kita," kata Robert Lutts, presiden Cabot Money Management di Boston.
Indeks yang sempat turun terhapus setelah Obama memilih mantan Gubernur Federal Reserve Paul Volcker untuk memimpin tim penasehat ekonomi. Tim ini akan mengimplementasikan rencana untuk mendongkrak pertumbuhan pada hari pertama. Pekan ini, Obama juga menunjuk Kepala Fed Bank of New York Tim Geithner sebagai menteri keuangan dan manatan petinggi Harvard University Lawrence Summers sebagai direktur ekonomi Gedung Putih. (ln)
A. Dadan Muhanda
....................................................................................................................................... |
News:
28/11/2008
MSCI Asia Pacific bertahan di 81,46
TOKYO (Bloomberg): Sejumlah saham komoditas di Asia mengalami penguatan karena ekspektasi langkah pemerintah untuk menarik ekonomi global keluar dari resesi berpeluang mendongkrak permintaan terhadap bahan baku. Sharp Corp memotori penurunan saham perusahaan elektronik setelah Panasonic Corp memangkas perkiraan laba.
BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang terbesar dunia, menguat 5,3%, sedangkan Komatsu Ltd naik 1,4% memasuki hari kedua setelah China menekan suku bunga. Sharp tertekan 2,7% setelah Nomura Holdings Inc memangkas rekomendasinya terhadap saham perusahaan itu dan Panasonic menurunkan perkiraan laba sebesar 90% akibat melemahnya permintaan.
Indekks MSCI Asia Pacific tidak berubah di posisi 81,46 pada pkl. 9:17 di Tokyo. Jumlah saham yang menguat dan melemah pada indeks hampir sama.
Panasonic, produsen elektronik terbesar di dunia, kemarin memangkas perkiraan pendapatan bersih tahunannya sebesar 90%, dengan mengatakan permintaan dan harga telah melemah karena krisis keuangan AS telah menyebar ke seluruh dunia.
Nomura Securities Co dan HSBC Holdings Plc menurunkan peringkat terhadap Panasonic Corp. Nomura juga menekan peringkat Sony Corp menjadi netral dari beli, dan Sharp menjadi 'kurangi'dari 'netral'.
Tingkat penangguran Jepang turun menjadi 3,7% pada bulan lalu dari 4% pada September, kata biro statistik di Tokyo hari ini. Estimasi tengah 35 ekonom yang disurvei Bloomberg News sebelumnya menyebutkan tingkat pengangguran akan naik menjadi 4,2%.(er)
bisnis.com
....................................................................................................................................... |
News:
Jumat, 28/11/2008 08:00 WIB
OPEC dinilai tak cukup menahan, harga minyak turun lagi
NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini turun di New York ditengah spekualasi bahwa pemangkasan produksi yang akan dilakukan OPEC tak mampu mendongkrak harga karena permintaan yang terus menurunan akibat resesi ekonomi di AS.
Negara-negara anggota OPEC akan menurunkan produksi pada pertemunnya pada akhir pekan ini di Kairo untuk menstabilkan harga, kata Pimpinan Nation Oil Corp Libya Shokti Ghanem. Harga minyak mentah di New York sudah anjlok 63% sejak rekor tertinggi US4147,27 per barel pada 11 Juli 2008.
"Orang-orang menunggu bagaimana hasil pertemuan OPEC pada 29 November besok, apakah benar-benar memangkas produksi. Meskipun OPEC memangkas produksi, saya rasa itu tidak cukup, karena masalahnya bukan karena kondisi minyak di pasar, melainkan karena masalah perekonomian yang menghadapi resesi sehingga permintaan terus turun," kata Chris Jarvis, president of Caprock Risk Management LLC di Hampton Falls, New Hampshire.
Harga minyak mentah untuk kontrak Januari turun 1,2% menjadi US$53,79 per barel pad apukul 8:10 a.m waktu Singapura pada perdagangan elektronik di bursa New York Mercantile Exchange. Perdagangan di Nymex hanya dibuka kemarin karena hari ini di AS tengah libur hari Thanksgiving. Harga sempat naik 7,2% menjadi US$54,44 pada 26 November.
?
Harga minyak brent untuk kontrak Januari turun 1,5% menjadi US$53,13 per barel di ICE Futures Europe Exchange London.
Sekitar 14 dari 38 analis yang disurvey Bloomberg News atau 36% menyatakan harga minyak akan turun hingga 5 Desember. Sekitar 12 responden atau 32% menhayakan harga naik, dan 12 responden lain menyatakan harga akan sedikit berubah.
"Kami melihat OPEC tak cukup menahan sentimen negatif yang bisa menekan harga minyak dalam jangka pendek ini, karena permintaan terus bergerak turun dengan cepatnya, namun setidaknya mengurangi pasokan akan dapat memperketat fundamental ini," kata analis minyak Merrill Lynch & Co Alastair Syme.
Para menteri negara-negara anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC), pemasok 40% minyak dunia, akan mengadakan pertemuan besok, 29 November di Kairo, pertemuan ketiga kali dalam beberapa bulan terakhir untuk mendiskusikan menurunkan produksi setelah harga terus terjungkal. OPEC bulan lalu sepakat menunrunkan produksisebesar 1,5 juta barel per hari.
Stok minyak global masih mampu mencukupi kebutuhan 56 hari, lebih tinggi dari rata-rata lima tahun. OPEC memperkirakan pasokan hanya cukup untuk kebutuhan 52 hari.
Berliana Elisabeth S. |
| |
|
|