logo martech  
extra homeinfo hobbyunikpanoramaIndonesiaEnglish

Information:
Martech Indonesia

Jl. Belitung VII / 14 GKB Randuagung
Gresik – East Java
Indonesia – 61121
Telp. 62-31-3951081
Fax. 62-31-3959864
Email: info@martechindo.com

 


















 
 
 
 
 
 
Hobby Information

Semua orang di dunia mempunyai hobby yang berbeda-beda, ada yang hobby memancing, sepak bola, memasak,dll. Adapun hobby tersebut dapat membantu kita dalam mengisi kekosongan waktu dan menyegarkan pikiran atas kepenatan kita dengan aktivitas sehari-hari, dengan ini anda dapat mengekspresikan hobby anda kepada orang-orang di dunia supaya nantinya anda akan mempunyai wadah dalam menuangkan hobby anda.

bunga1bunga2bunga3bunga4sepedafisherbicyclecookingcooking2  

________________________________________________________________________________

Jenis-Jenis Anthurium

1. Anthurium Jenmanii Jaipong
Masuk ke Indonesia tahun 1997. Dibawa oleh Ibu Corry, seorang kolektor tanaman, hanya berupa bonggol. Asalnya dari Holland.

Dari keterangan si empunya yang di Holland, Jenmanii ini mandul, dan memang sudah beberapa lamanya terbukti mandul. Terakhir tersiar kabar, ada Jaipong yang bisa berbiji. Setelah kami cek, ternyata Jaipong ini anak turun ke sekian puluh dari induk awalnya. Memang bisa berbiji walaupun hanya sedikit untuk ukuran induk yang sudah agak besar. Mungkin kondisi di Indonesia ini merubah genetika nya, karena kalau kami perhatikan, Jaipong yang sudah berbiji itu lengkungan daunnyapun tidak sehebat Jaipong awal-2 nya.



Bentuk daun Jaipong sangat khas. Bila sudah besar, dari tangkai daun menjulang dan pada pertengahan daun dia berbelok extrim, melengkung ke bawah, di akhiri dengan ujung daun runcing yang berbelok/menggeliat ke samping.

Warna daunhijau tua, dengan serat yang tegas, dan kekakuan yang sedikit diatas rata-2.

Pada Jaipong muda, bentuk Jaipong hanya bisa dilihat dari ujung daun runcingnya yang sedikit menggeliat. Juga anak tulang di bagian ujung daun yang bergandengan sampai ke ujungnya, hampis membentuk jahitan seperti pada Anthurium Levi’s. Jaipong kecil cenderung bertangkai panjang, dan daun masih lurus menjulang ke atas. Lengkungan dimulai saat panjang daun mulai mencapai sekitar 60cm.



Pemberian nama Jaipong didasarkan karena bentuk daunnya yang melengkung, hampir membentuk huruf ‘S’ yang menggeliat. Saat terkena angin keras, daun-2 tersebut bergoyang-2 dan mengangguk-2. Pada tahun 1997, saat itu baru heboh-2nya tari Jaipong. Maka dinamakanlah Jenmanii ini Jenmanii Jaipong.

Jaipong adalah salah satu legenda, salah satu jenis Jenmanii yang memulai penamaan-2 Jenmanii yang lain. Dan merupakan barang koleksi karena hany bisa diperbanyak secara vegetatif. Jumlahnya relatif terbatas.

2. Anthurium pendulufolium
Berdaun tebal dan setiap helaian daun akan tumbuh ke arah bawah. Sangat indah jika pot diletakkan menggantung di atas, sehingga pertumbuhan daun tidak terganggu. Panjang daun dewasa dapat mencapai 2,5m.

3. Anthurium loefgrenii
Daun pada anthurium jenis ini agak tipis, tumbuh tegak menjulang ke atas. Di sepanjang daun membentuk kerutan, tetapi tidak terlalu nyata.

4. Anthurium verapazense
masih berkerabat dengan anthurium adreanum/bunga. keunikan terletak pada bentuk daun yang memanjang seperti leher binatang jerapah.

5. Anthurium watermeliense x lewellynii
Silangan antara anthurium lewellynii x watermaliense. Anthurium lewellynii sosoknya mirip dengan anthurium hookerii yang selama ini dikenal di indonesia. Sedang daun anthurium watermaliense menyerupai anthurium corong. Kekuatan karakter akan kelihatan jika anthurium jenis ini sudah tumbuh dewasa/besar.

6. Anthurium reflexinervium
Walaupun masih beredar terbatas, tapi sudah banyak dikenal oleh masyarakat indonesia. Daun sangat berkarakter dengan kerutan yang merata sepanjang daun. daun muda muncul berwarna kemerahan atau hijau.

7. Anthurium faustinomirandae
masih serupa dengan kerabatnya anthurium bunga/adreanum. bentuk daun cenderung membulat. daun tanaman dewasa dapat mencapai dimensi sangat lebar sehingga sering disebut sebagai anthurium “faustino’s giant”.

8. Anthurium peltigerum
Daun sangat kaku & tebal. di photo terlihat daun patah karena tertekuk.
keunikan jenis ini adalah ujung batang dimulai dari tengah daun (pada anthurium umumnya letak persinggungan ujung batang dengan daun berada di sisi/tepi daun). Sehingga kesannya daun tidak membelah sempurna.

9. Anthurium lucens
sekilas mirip dengan anthurium bunga/adreanum. bedanya, anthurium ini berdaun tebal, kaku, & bentuk daun lebih simple.

10. Anthurium superbum
Ada 2 macam Anthurium superbum, yaitu Anthurium superbum sub spesies superbum dan Anthurium superbum sub spesies brentberlinii. Daun tebal, kaku, tegak, hijau tua. Kerutan tidak teratur. Anthurium superbum sub spesies brentberlinii warna daun hijau ungu tua atau hijau tua kemerahan.


More Information:

anthuriumonline.wordpress.com



___________________________________________________________________________________________

Cara membuat Agar-Agar Lapis Kelapa Muda

Meriahkan suasana keluarga anda dengan menyajikan sesuatu yang spesial di tengah kebersamaan keluarga, terutama di saat-saat santai.
Hidangan Agar-Agar Lapis Kelapa Muda rasanya sangat cocok untuk menambahkan kehangatan di tengah kebersamaan anda dengan orang-orang yang anda cintai :)

Kategori Masakan : Kue

Bahan-Bahan :
Bahan Lapisan Putih:
500 ml santan, dan 1 1/2 butir kelapa
100 gram gula pasir
1 bungkus agar-agar bubuk putih
1 butir kelapa muda, keruk kasar
1 butir telur, kocok sebentar
1/2 sendok teh esens kelapa (coconut essence)

Bahan Lapisan Cokelat:
200 gram gula merah
1 bungkus agar-agar bubuk putih
750 ml air

Bahan Saus Santan:
200 ml santan, dari 1/2 butir kelapa
1 lembar daun pandan
1/2 sendok teh garam


Cara Mengolah :
Membuat Lapisan putih:
1. Didihkan santan sambil diaduk-aduk.
2. Angkat dan dinginkan.
3. Pisahkan santan kental yang berkumpul di permukaan.
4. Masak santan cair bersama gula dan agar-agar sampai mendidih.
5. Masukkan kelapa keruk, lalu angkat dari atas api.
6. Masukkan telur kocok, esens kelapa, dan santan kental.
7. Aduk sampai rata benar, lalu tuang ke dalam loyang.
8. Sisihkan sampai dingin.
9. Setelah mengeras, keruk agar-agar dengan sendok, sisihkan.

Membuat Lapisan cokelat:
1. Masak gula merah, agar-agar, dan air sampai mendidih, kemudian saring.
2. Basahi gelas/mangkuk dengan air.
3. Tuang 1 sendok sayur agar-agar cokelat ke dalamnya.
4. Sisanya biarkan di atas api kecil agar tetap cair.
5. Masukkan kerukan agar-agar Putih ke dalam gelas/mangkuk.
6. Biarkan agak dingin.
7. Tuang lagi agar-agar cokelat di atasnya, beri kerukan agar-agar putih.
8. Lakukan seterusnya sampai kedua bahan agar-agar habis.
9. Usahakan agar yang berwarna cokelat berada paling atas.
10. Dinginkan sampai mengeras.

Membuat Saus Santan:
1. Masak santan, pandan, dan garam sampai mendidih sambil diaduk-aduk terus supaya santan tidak pecah.
2. Angkat, dinginkan, sajikan bersama agar-agar.


More Information:

Jamuan Istimewa 6 Menu Hidangan-Primarasa-Femina



___________________________________________________________________________________________

Cara Merawat Tanaman Hias

CARA PERAWATAN ANTHURIUM BUNGA

Penyiraman
Penyiraman dilakukan 2x sehari bila cuaca panas atau tergantung dari media tanamnya, jika masih basah maka penyiraman dilakukan cukup sekali sehari bahkan 2 hari sekali.

Pupuk
Pemupukan dilakukan rutin menggunakan NPK seimbang (16-16-16) dengan dosis 2 gram per liter air (1/2 sendok teh), Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan ketanaman (jangan mengenai daun) tiap 2 minggu sekali. Untuk satu liter air bisa untuk 4-5 tanaman tergantung dari besarnya pot. Atau menggunakan dekastar dengan komposisi seimbang juga 18-11-10, dengan dosis satu setengah sendok teh untuk satu tanaman cukup 3 bulan sekali. Pemupukan dilakukan dengan melingkari disekeliling pinggir tanaman. Kalau memungkinkan perlu dipupuk daun seminggu sekali dengan dosis 1 gram per liter air, (1/2 sendok the untuk satu liter air).

Penyimpanan
Anthurium suka tempat yang teduh atau dalam ruangan atau di teras rumah, dan hanya memerlukan sedikit sekali cahaya. Kalau ditempatkan dalam ruangan harus diberi naungan seperti paranet

Ganti Pot dan Media
Penggantian Media disesuaikan dengan besarnya tanaman. Anthirium suka media yang porous untuk menghindari jamur.
Media bisa berasal dari campuran sekam dan pupuk kandang (2:1) atau menggunakan pakis cacah.

Perbanyakan
Bisa dilakukan dengan biji. Atau cara termudah adalah dengan split anakan yang ada. Yang sebelumnya harus sudah disiapkan media tanamnya



CARA PERAWATAN ADENIUM

· Adenium membutuhkan cahaya matahari langsung minimal 5 jam perhari. Untuk tanaman muda (di bawah usia 2 bulan) lebih baik diletakkan ditempat yang agak ternaungi

· Adenium dapat hidup antara suhu 5-52 derajat c.

· Penyiraman dapat dilakukan setiap hari jika musim kemarau tiba, namun kurangi penyiraman saat musim hujan.

· Pemupukan dapat menggunakan pupuk kandang, humus atau kompos yang ditambahkan pada permukaan media tanam setiap 1 bulan sekali. Selain itu dapat digunakan pupuk organik buatan pabrik dalam bentuk tablet atau butiran. Juga pupuk kimia buatan pabrik yang bersifat slow release (tidak mudah larut) seperti Dekastar, Magamp, Osmocote setiap 3 atau 6 bulan sekali.Pupuk daun dapat juga diberikan, seperti Gandasil, Hyponex dll. disamping itu dapat ditambahkan hormon pertumbuhan seperti Atonik, Dekamon dll dengan cara disemprotkan ke sekujur tanaman sebulan sekali.

· Media tanam : Bisa digunakan pasir + arang + pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Jika tak ditemukan arang bisa digunakan sekam atau bahan lainnya yang mirip sifatnya. Lebih sempurna jika ditambah kapur dolomit secukupnya. Penggantian media tanam dapat dilakukan setiap tahun sekali
Hama dan Penyakit

· Tungau merah adalah musuh besar Adenium. Tandanya: daun gugur dan menguning bagian pucuk. Gunakan akarisida seperti: Kelthane atau Omite.

· Kutu Kuning dan Kutu Putih: berantas dengan Insektisida seperti Supraside, Decis, Curacron atau Basudin 3 kali seminggu.

· Nematod. Serangan umumnya terjadi pada akar, ditandai dengan menguning dan gugur daun. Gunakan Furadan 3G untuk pencegahan.

Serangan Penyakit

· Jamur dan Bakteri: Gejalanya : daun menguning dan bercak kecoklatanSemprotkan fungisida seperti Benlate, Dithane M45, atau Rdomil. Untuk pencegahan: tempatkan tanaman di cahaya matahari penuh, bersihkan lingkungan.

· Defisiensi unsur hara. Gejala yang sering terjadi adalah pertumbuhan daun lambat, daun menguning tanpa sebab,mudah rontok, bunga tidak sempurna bentuknya dan mudah rontok. Penyebabnya adalah media tanam sudah lama tak diganti atau ph media tanam terlalu asam sehingga mengganggu penyerapan unsur hara. Ganti media tanam.

· Virus. Gejalanya adalah muncul bercak-bercak yang berwarna lebih muda dari warna daun atau seperti variegata. Belum ada obatnya.



CARA PERAWATAN EUPHORBIA

Media Tanam:
Euphorbia suka media kering, dan porous (tidak mengikat air terlalu lama). Drainase yang buruk, akan membuat busuk akar.

Berdasarkan pengalaman sejumlah nurseri, media tanam yang akan menghasilkan Euphorbia Anda sehat dan rajin berbunga adalah campuran serbuk kelapa (cocopeat), sekam bakar, sekam biasa, pasir kasar/ pasir malang dan pupuk kandang. Serbuk kelapa yang digunakan sebaiknya dipilih yang masih baru. Serbuk kelapa lama, biasanya banyak menyimpan air.

Bisa juga gunakan campuran pasir kasar/ malang, sekam biasa dan pupuk kandang.
Penting. Sebelum, digunakan, media sebaiknya disterilkan dulu agar terbebas dari bibit penyakit. Caranya, serbuk kelapa dikukus selama 1-2 jam. Sedang pupuk kandang, sebaiknya yang sudah matang dan steril yang ditandai dengan warna hitam pekat. Hal ini untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman.

Jangan gunakan tanah merah atau tanah liat, karena daya ikat airnya cukup tinggi.
Agar Euphorbia Tumbuh Subur dan Berbunga:

Tak kenal maka tak sayang. Jika Anda tahu dan kenal karakter Euphorbia milii, maka tanaman ini akan tumbuh subur dan rajin berbunga. Beberapa hal yang harus diketahui:
Penyiraman:Euphorbia suka air. Meski tidak suka basah, kebutuhan airnya cukup tinggi. Tapi pemberian air berklebihan, bisa megakibatkan akar busuk. Akar busuk berwarna coklat, lembek seperti bubur bila dipegang. Sebaliknya kalau penyiraman jarang dilakukan, tanaman terkena dehidrasi, kekurangan air. Tandanya, tanaman mengkerut, daun menguning, mudah rontok dan sosok tanaman menjadi kerdil. Jika dibiarkan, lambat laun, tanaman Anda akan merana, dan mati.

Penyiraman dilakukan jika media terlihat kering. Tapi jangan percaya pada pandangan mata saja. Gunakan jari, untuk mengorek medianya sedalam 1-2 cm. Jika terasa tanah masah, ya, Euphorbia Anda tak perlu disiram. Sebaliknya jika terasa kering, segera lakukan penyiraman. Waktu penyiraman sebaiknya pagi hari, pukul -8.00-09.00 atau sore, pukul 15.00-16.00
Jangan menyiram pada saat siang atau sinar matahari trerlalu terik. Percuma, air akan mengicap sebelum diserap tanaman.

Penyiraman dianggap cukup, kalau air sudah keluar dari lubang bawah pot.
Gunakan sprayer atau gembor, agar air yang keluar lebih halus dan tidak merusak tanaman.
Sebaiknya, seluruh tanaman ikut disiram agar debu atau kotoran yuang menempel hilang terbawa air.
PenyianganDi dalam pot, gulma, rumput atau tanaman liar lain, biasanya ikut tumbuh. Jika dibiarkan, mereka bisa mengambil nutrisi milik Euphorbia Anda. Maka, cabut saja, gulma-gulma itu, dan bersihkan pot Anda.
PemangkasanPemangkasan bertujuan untuk mempercantik tajuk tanaman, juga untuk mengurangi penguapan pada masa vegetasi.

Cabang-cabang yang tidak beraturan diopotong. Tunas baru yang muncul pada tanaman berumur 1 tahun juga dipangkas agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman induk. (Sst... bekas potongannya jangan dibuang, lho, karena masih bisa dijadikan bibit, baik untuk setek atau sambung batang).
Bunga tua juga harus dipangkas.

Bunga Euphorbia bisa tahan selama 2 bulan. Lama-lama, warnanya pudar, kusam akhirnya layu. Sebaiknya potong agar bunga baru muncul.

Pemupukan:Seperti tanaman lain, Euphorbia milii juga butuh unsur hara untuk mengeluarkan bunga. Unsur hara diperoleh dari media tanamnya. Namun kadang tidak cukup, sehingga perlu diberi tambahan berupa pupuk.

Pemberian pupuk harus rutin dan tepat dosis. Kalau berlebihan tanaman bisa terganggu, kalau terlalu sedikit, kondisi tanaman merana.

Tanaman yang baru ditanam sebaiknya jangan dipupuk dulu. Setelah itu baru diberi pupuk NPK 20:20:20, dosis 1 gr/ liter/ per tanaman. Aplikasi pupuk seminggu sekali dengan cara mengocorkan ke media tanam.
Pupuk lain yang dapat digunakan, pupuk slow release, seperti Dekastar, Megakamp dan Osmocote dengan dosis 5 gr per tanaman. Aplikasi setiap 3 bulan sekali. Pupuk ini tidak cepat larut, dan menyerap pelan-pelan.Kenali Penyakit Euphorbia:Meski jarang terserang penyakit atau hama, tak berarti Euphorbia bebas penyakit. Berikut penyakit yang harus diwaspadai:WHITE FLIES. Penyebabnya kutu putih (Homopteraaleyrodiae), sering muncul di musim kemarau.
Gejala serangannya: daun hitam di permukaan atas dan bawah, dan terlihat banyak semut di sekitar daun. Telur dan larva ditempat di bawah daun. Obatnya? Semprotkan Pegasus konsentrasi 05, ml/ liter ditambah 0,5 ml Biosoft. Atau dengan Metindo konsentrasi 1 gr/ liter air.

Penyemprotan sebaiknya diarahkan ke permukaan bawah daun. Hanya, jika sudah terserang parah, sebaiknya cabut saja, dan dibakar.

BACTERIAL SOFT ROOT. Biang keroknya, bakteri Erwinia carotavora. Serangan terlihat pada batang tanaman. Batang berwarna kehitam-hitam, dan jika dipegang, batang terasa lunak. Lama-lama, kalau dibiarkan, batrang rebah, dan busuk. Jika dicium, batang berbau busuk.

Penyakit ini muncul jika kondisi pertanaman lembab akibat hujan yang terus menerus dan kurang cahaya.
Penyebab lain, saat pengangkutan. Yaitu akibat duri-duri Euphorbia bersinggungan yang meninggalkan luka.
Cara mengatasinya? Pangkas saja bagian yang terserang dan semprot dengan bakterisida Starner dengan dosis yang dianjurkan pada label.

MEALY BUG. Penyebabnya, kutu putih Homoptera. Kutu ini punya semacam tepung di tubuhnya yang dilapisi lilin sehingga tampak seperti kapas. Dibanding white flies, kutu ini tidak aktif. Gejala serangannya, permukaan bawah dan atas daun menjadi hitam. Akibat serangan, pertumbuhan terhambat. Cara mengendalikannya, sama saja dengan cara menangani white flies tadi.
ULAT. Ulat muncul ketika peralihan musim. Hati-hati. Daun dibuat berlubang, dan ditinggali kotongan hitam. Kalau dibiarkan, bahaya, bisa membuat batang Euphorbia juga akan roboh dan mati. Cara menumpasnya, adalah disemprot dengan Metindo, dosis 1 gr/ per liter air. Lakukan semprotan seminggu sekali atau dua kali seminggu, tergantung keparahannya. Kalau mau mencegah, gulma harus dibersihkan.


More Information:

biovermint.com



___________________________________________________________________________________________

Cara Memancing Berpelampung, Glosor dan lainnya

CARA MANCING

Cara yang biasa dipakai di Indonesia untuk memancing ikan mas terdapat dua cara yaitu dengan menggunakan rangkaian berpelampung atau rangkaian langsung yang diberi pemberat (disebut glosor). Pada mancing sistim galatama rangkaian glosor yang dipakai karena pelampung tidak diperbolehkan. Sedang pada lomba mancing yang biasa, baik kedua rangkaian tadi boleh digunakan. Penggunaan rangkaian mana yang cocok atau lebih efektif tergantung dari kebiasaan pemancing itu sendiri, kondisi cuaca dan empang tempat memancing juga turut mempengaruhi. Beberapa rangkaian tambahan lainnya yang diurai di sini didapat dari literatur asing, di mana kondisi mancing mereka berbeda dengan kita. Mereka tidak mengenal empang sewa yang khusus untuk mancing seperti di Indonesia, tetapi memancingnya langsung dari alam yang terpelihara. Sehingga pada sungai atau perairan yang di tuju masih mudah dicari ikan masnya, selain itu sistim tangkap dan lepas (Catch And Release) juga sistim batasan yang boleh diangkat (Bag Limit) sangat dipatuhi para pemancing asing, tentu saja hal ini dapat menjaga kelestarian ekosistem ikan mas pada habitat aslinya.
Beberapa link-link dari situs asing mengenai mancing dan hal yang berhubungan dapat anda temui pada halaman Link Mancing.



RANGKAIAN BERPELAMPUNG

Rangkaian berpelampung merupakan rangkaian umum yang banyak dipakai pemancing, karena isyarat deteksi mudah dibaca. Pemasangan pelampung cukup mudah bila digunakan peniti khusus pelampung dan karet pembatas khusus (stopper) yang membuat rangkaian tadi menjadi praktis di joran anda. Mula-mula loloskan kenur pada jalur kenur di joran, masukkan secara berurut karet pembatas, peniti pelampung, karet pembatas, timah sebesar biji lada terakhir ikatkan peniti (link swivel) di ujung kenur. Rangkaian berpelampung ini sangat cocok diterapkan pada air yang tenang atau berangin sedang dengan kedalaman maksimal 2 meter. Ukuran kedalaman air harus tepat agar jarak pelampung dengan umpan tidak terlalu panjang yang dapat membuat ikan luput dikenai saat joran digentak, jangan pula terlalu pendek sehingga pelampung tenggelam atau umpan mengambang. Lontarkan umpan ke tengah perairan, gulung kenur sedikit , celupkan ujung joran ke air kepretkan joran sampai kenur menjadi tenggelam karena kenur yang mengambang akan terbawa arus atau tertiup angin. Pilihlah daerah terdalam di tempat jatuhnya lemparan dengan menggeser sedikit demi sedikit hingga pelampung agak tenggelam. Perhatikan pelampung dengan seksama, bedakan gerakan pelampung karena tertiup angin, terbawa arus atau tersenggol ikan. Gerakan pelampung batang yang umpannya sedang dimakan adalah ke arah bawah, waspadalah untuk segera menggentak joran tatkala pelampung tenggelam seluruhnya. Hentakan joran ke arah belakang dengan keras. Mulailah permainan anda selanjutnya yakni menakalukkan ikan yang terpancing itu.




RANGKAIAN GLOSOR

Telah diurai di atas bahwa rangkaian berpelampung lebih nyaman dan mudah diperhatikan karena deteksi gigitan ikan mas dapat dilihat melalui pelampung. Namun rangkaian tersebut tidak selamanya dapat dipakai seperti pada saat angin yang kencang, perairan yang terlalu dalam (2 m lebih) atau arus air yang deras. Juga pada mancing sistim galatama yang tidak memperbolehkan penggunaan pelampung. Untuk itulah dapat anda pakai rangkaian pancing tanpa pelampung yang biasa disebut glosor. Metoda ini sebenarnya juga sangat efektif mendeteksi gigitan ikan mas pada umpan karena menyalurkan getaran langsung pada kenur. Keuntungan lainnya dari rangkaian ini antara lain yaitu dapat dilontarkan lebih jauh lagi ke tengah, mudah mendeteksi umpan yang disambar ikan mas sebelum umpan tersebut mencapai dasar, jarang membuat kenur anda dengan kenur pemancing lain saling mengikat (kusut) dan anda tak perlu memicingkan mata karena melihat pelampung yang jauh namun cukup melihat tempat masuknya kenur ke dalam air atau merasakan umpan yang termakan dengan sentuhan jari anda bahkan terkadang mata kail akan tertancap sendiri tanpa perlu anda menggentak lagi. Kenur anda di penggulung cukup diikatkan pada ujungnya sebuah peniti khusus mancing. Agar lebih praktis, gunakan kenur pengikat kail berwarna hitam sepanjang 20 cm, ikatkan peniti pancing di ujungnya, masukkan timah pemberat minimal sebesar biji jagung lalu ujung kenur yang lain ikatkan kili-kili (swivel), ingat ! timah pemberat jangan sampai tertahan jadi artinya kenur harus dapat meluncur mulus melalui lubang pada timah pemberatnya (alat seperti ini biasa disebut bemper). Hati-hati bila timah pemberat yang dipakai ukurannya agak besar, apabila sedang mengajar ikan mas tiba-tiba ikan berontak dan ikan dapat meloloskan diri maka jepretan timah pemberat dan rangkaian pancing akan meluncur deras ke arah anda. Kekurangan pada rangkaian pancing glosor adalah kurang pekanya pendeteksian pada gigitan ikan mas yang terkadang sangat halus sekali.

RANGKAIAN LAINNYA

Rangkaian-rangkaian lain yang akan diurai di sini adalah dasar, pengembangan atau perpaduan dari pada dua rangkaian sebelumnya. Penggunaannya kurang umum dilakukan pemancing karena memang hanya untuk menghadapi situasi tertentu dan seperti telah diulas di atas beberapa diantaranya berasal dari literatur asing dengan kondisi berbeda. Tetapi tidak ada salahnya untuk diketahui, karena dapat menjadi bahan perbandingan.
Rangkaian Langsung (Free Lining), rangkaian ini sangat sederhana karena hanya dengan mengikatkan sebuah kail tunggal pada ujung kenur. Cara ini sebenarnya tergolong sangat tradisional, namun sangat efektif mendeteksi gigitan ikan mas yang halus sekalipun dan berguna untuk menghadapi ikan mas yang malas atau penakut sekali cara makannya. Sebab melalui rangkaian kenur bebas ini ikan mas yang sedang mencoba-coba umpan tak akan merasa takut melahap umpan karena tak ada beban yang menghalanginya. Kunci keberhasilannya terletak pada berat dan besar umpan yang digunakan, sehingga hanya dengan penggunaan yang tepat, umpan dapat dilontarkan secara akurat menuju sasaran tanpa mengurangi rasa ketakutan ikan.
Rangkaian langsung berpemberat besar, adalah pengembangan dari kenur bebas yang ditambahkan sebuah pemberat berlubang yang agak besar (kira-kira sebesar ujung jari telunjuk), cara merangkainya hampir sama dengan rangkaian glosor hanya saja tanpa menggunakan bemper, jadi masukkan dulu sebuah pembatas lalu timah pemberat dan terakhir ikatkan sebuah kail tunggal saja, kenur tentunya harus dapat bergerak bebas. Maksud dari rangkaian ini adalah saat ikan mas berusaha melahap umpan maka ikan tersebut tak ragu-ragu lagi melahap atau menyambarnya karena belum ada beban yang menahannya, namun saat kail berumpan yang dimakannya tertahan pada batas timah ikan akan terkejut sehingga menyebabkan kail akan menancap dengan sendirinya akibat beban timah pemberat yang cukup besar itu.
Rangkaian pancing glosor berpelampung merupakan perpaduan antara rangkaian glosor dan rangkaian berpelampung namun pelampung yang dimaksud bukan berada di air tetapi berada tepat di antara penggulung dan jalur kenur (marit) yang pertama. Fungsi pelampung adalah pengalih perhatian anda terhadap getaran akibat umpan yang termakan ikan, gerakan pelampung naik turun kemudian jatuh terlepas akibat kenur ditarik ikan. Untuk menggunakannya harus pula disediakan tatakan joran (rod rest) seperti ilustrasi di bawah ini. Alat deteksi dapat dibuat sendiri dari gabus dan jepitan rambut (di asalnya disebut Bobbin Indicator) atau dapat juga memakai alat deteksi yang disebut monkey climber karena dapat bergerak turun naik.

by Hatma_S


More Information:

hatma.info



___________________________________________________________________________________________

Martabak Manis/Terang Bulan

Bahan Kulit:
250 gr tepung terigu
1 sdt ragi instan (yeast)
150 gr gula pasir
375 cc santan hangat
2 butir telur
¼ sdt soda kue

Bahan Isi menurut selera:
Kacang tanah, sangrai, kupas, cincang
Wijen, sangrai
Gula pasir
Coklat
Keju Parut
Susu kental manis

Cara Membuat:
Masukkan ragi ke dalam santan hangat, aduk sampai larut dan berbuih, sisihkan.
Campur tepung dan gula, buat lubang ditengahnya, masukkan telur ke dalamnya. Uleni sambil dituangkan larutan santan, sampai gula larut, masukkan soda kue, uleni kembali sampau tercampur rata. Biarkan kurang lebih 15-20 menit di tempat yang hangat.
Panaskan wajan martabak dan olesi margarine. Tuang adonan ke dalamnya sampai naik dan permukaannya agak mengering dan bagian luarnya menjadi kecoklatan.
Angkat dan letakkan ke atas telenan potong.
Taburkan gula pasir ke permukaan martabak hingga rata. Disusul dengan susu kental manis. Sesuai dengan selera, taburi bahan kesukaan anda dan bahan taburan dapat dikombinasi.
Lipat martabak menjadi 2, potong menurut selera.

Untuk 10-12 potong


More Information:

melroseflowers.com



___________________________________________________________________________________________

 

 

 

 

 

 

   

 

 
Copyright © 2008 Martech Indonesia- Gresik. All rights reserved.